Definisi
Pada tahun 1916, Henri Fayol merumuskan salah satu definisi pertama kontrol karena berkaitan dengan manajemen :
Pengendalian suatu usaha terdiri dari melihat bahwa segala sesuatu
yang sedang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah diadopsi,
perintah yang telah diberikan, dan prinsip-prinsip yang telah
ditetapkan. Adalah penting untuk mengetahui kesalahan agar mereka dapat
diperbaiki dan dicegah dari berulang.
Menurut EFL Breach :
Pengendalian adalah perbandingan kinerja saat ini terhadap standar
yang telah ditentukan yang terkandung dalam rencana, dengan maksud untuk
memastikan kemajuan yang memadai dan kinerja yang memuaskan.
Menurut Harold Koontz :
Pengendalian adalah pengukuran dan koreksi kinerja dalam rangka untuk
memastikan bahwa tujuan-tujuan perusahaan dan rencana yang dirancang
untuk mencapainya tercapai.
Menurut Stafford Beer :
Manajemen adalah profesi tentang kontrol.
Robert J. Mockler menyajikan definisi yang lebih komprehensif dari kontrol manajerial :
Kontrol manajemen dapat didefinisikan sebagai upaya sistematis oleh
manajemen bisnis untuk membandingkan kinerja dengan standar yang telah
ditentukan, rencana, atau tujuan untuk menentukan apakah kinerja sejalan
dengan standar tersebut dan mungkin untuk mengambil tindakan perbaikan
yang diperlukan untuk melihat bahwa manusia dan sumber daya perusahaan
lainnya yang digunakan dengan cara yang paling efektif dan efisien
mungkin dalam mencapai tujuan perusahaan.
Juga kontrol dapat didefinisikan sebagai “fungsi dari sistem yang
menyesuaikan operasi yang diperlukan untuk mencapai rencana tersebut,
atau untuk menjaga variasi dari tujuan sistem dalam batas-batas yang
diijinkan”. Fungsi subsistem kontrol memiliki hubungan yang erat dengan
sistem operasi. Sejauh mana mereka berinteraksi tergantung pada sifat
dari sistem operasi dan tujuannya. Stabilitas menyangkut kemampuan
sistem untuk mempertahankan pola output tanpa fluktuasi yang besar.
Kecepatan respon berkaitan dengan kecepatan sistem dalam memperbaiki
variasi dan kembali ke output yang diharapkan.
Dari definisi tersebut dapat dinyatakan bahwa ada hubungan yang erat
antara perencanaan dan pengendalian. Perencanaan adalah suatu proses
dimana tujuan organisasi dan metode untuk mencapai tujuan ditetapkan dan
pengendalian adalah proses yang mengukur dan mengarahkan kinerja aktual
kepada tujuan yang direncanakan organisasi.
Empat elemen dasar dalam sistem kontrol :
- Karakteristik atau kondisi yang akan dikontrol
- Sensor
- Komparator
- Aktivator
Terjadi dalam urutan yang sama dan menjaga hubungan yang konsisten satu sama lain dalam setiap sistem.
Elemen pertama adalah karakteristik atau kondisi dari sistem operasi
yang akan diukur. Karakteristik dapat berupa output dari sistem dalam
tahap pemrosesan atau mungkin suatu kondisi yang merupakan hasil dari
sistem. Sebagai contoh dalam sistem sekolah dasar para jam kerja guru
atau keunggulan pengetahuan yang ditunjukkan oleh siswa pada ujian
nasional adalah contoh karakteristik yang dapat dipilih untuk pengukuran
atau kontrol.
Elemen kedua kontrol adalah sensor, merupakan sarana untuk mengukur
karakteristik atau kondisi. Sebagai contoh dalam sistem kontrol
pengukuran kualitas dapat diandaikan oleh inspeksi visual dari produk.
Elemen ketiga kontrol adalah komparator, menentukan kebutuhan koreksi
dengan membandingkan apa yang terjadi dengan apa yang telah
direncanakan. Beberapa penyimpangan dari rencana adalah biasa dan
diharapkan, tetapi ketika berada di luar variasi yang dapat diterima
tindakan korektif diperlukan. Ini melibatkan semacam tindakan pencegahan
yang menunjukkan bahwa kontrol yang baik sedang dicapai.
Unsur keempat kontrol adalah aktivator, adalah tindakan korektif
diambil untuk mengembalikan sistem ke output yang diharapkan. Contohnya
adalah seorang karyawan diarahkan ulang untuk bagian-bagian yang gagal
lulus pemeriksaan mutu atau kepala sekolah yang memutuskan untuk membeli
buku-buku tambahan untuk meningkatkan kualitas siswa. Selama rencana
dilakukan dalam batas-batas yang diijinkan tindakan korektif tidak
diperlukan.
Uraian ringkas fungsi-fungsi manajemen
Berikut paparan mengenai fungsi-fungsi manajemen secara ringkas sebagai berikut:
Peramalan/Perkiraan (Forecasting)
Forecasting adalah meramalkan, memproyeksikan, atau mengadakan
perkiraaan/ taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi
sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat dilakukan.
Perencanaan (Planning)
Kegiatan seorang manejer adalah menyusun rencana. Menyusun rencana,
berarti memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki.
Agar dapat membuat rencana secara teratur dan logis, sebelumnya harus
ada keputusan terlebih dahulu sebagai petunjuk langkah-langkah
selanjutnya
Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai
dengan yang sangat rumit. Misalnya yang sederhana, merumuskan bahwa
perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu
hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencanaan
merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
-
Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
- Mengapa tindakan itu harus dikerjakan ?
-
Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
-
Kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
-
Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
-
Bagaimana cara melaksanakan tindakan itu ?
Menurut Stoner, Planning adalah proses menetapkan sasaran/tujuan dan
tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi. Proses menyangkut upaya
yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan
datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan
target dan tujuan organisasi.
Organisasi (Organizing)
Organisasi (Organizing) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama
dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau
sejumlah sasaran. Bila di tinjau dari proses, maka proses itu adalah
proses menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan
dalam perencanaan diatur dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan
dapat bekerja secara efektif.
Pengorganisasian atau Organizing berarti menciptakan suatu struktur
dengan bagian-bagian yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga hubungan
antar bagian-bagian satu sama lain dipengaruhi oleh hubungan mereka
dengan keseluruhan struktur tersebut.
Pengorganisasian bertujuan membagi satu kegiatan besar menjadi
kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Selain itu, mempermudah manajer
dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk
melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut.
Aktual (Actuating) Menggerakkan
Mengerakkan atau actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar
semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan
perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating
artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendiri
atau penuh kesadaran secara brsama-sama untuk mencapai tujuan yang
dikehendaki secara efektif. Dalam hal in yang dibutuhkan adalah
kepemimpinan (leadership)
Pimpinan (Leading)
Pekerjaan leading meliputi empat kegiatan yaitu: 1) Mengambil keputusan.
2) Mengadakan komunikasi agar terjadi saling pengertian antara manajer
dan bawahan. 3) Memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan
supaya mereka bertindak. 4) Mengkoordinasi kegiatan
Pengarahan (Directing/Commanding)
Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan
dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi
kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat
dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah
ditetapkan semula. Bila ditinjau dari proses, maka proses itu adalah
proses pelaksanaan program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak
dalam organisasi serta proses memotivasinya.
Motivasi (Motivating)
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan satu dari beberapa
fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, inovasi, semangat dan
dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka
rela sesuai apa yang diinginkan oleh atasan.
Inovasi (Inovation)
Inovasi adalah Proses atau hasil pengembangan atau
pemanfaatan/mobi-lesasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan
teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk
(barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang
memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi
dan sosial).
Koordinasi (Coordinating)
Koordinating atau pengkoordinasian merupakan satu dari beberapa fungsi
manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi
kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan dengan jalan menghubungkan,
menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja
sama yang terarah dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
Koordinasi adalah mengimbangi dan menggerakkan tim dengan memberikan
lokasi kegiatan pekerjaan yang cocok dengan masing-masing dan menjaga
agar kegiatan itu dilaksanakan dengan keselarasan yang semestinya di
antara para anggota itu sendiri.
Kendali (Controlling)
Kendali, sering juga disebut Pengawasan, Controlling atau, sering juga
disebut pengendalian adalah satu diantara beberapa fungsi manajemen
berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa
yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan tujuan
yang telah digariskan semula. Bila ditinjau dari proses, maka proses
itu adalah proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian
kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan bisa berjalan sesuai
target yang diharapkan.
Pengawasan merupakan tindakan seorang manejer untuk menilai dan
mengendalikan jalan suatu kegiatan yang mengarah demi tercapainya tujuan
yang telah ditetapkan
Laporan (Reporting)
Adalah suatu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil
kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian
dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pimpinan yang lebih tinggi, baik
secara lisan maupun tertulis. Tentu yang terbaik adalah tertulis
Staf (Staffing)
Staf merupakan suatu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada
suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya
sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada
organisasi.
Fungsi Operasional Manajemen
Pada pelaksanaannya, fungsi-fungsi manajemen yang dijalankan menurut
tahapan tertentu akan sangat berbeda jika didasarkan pada fungsi
operasionalnya. Operasional adalah proses penentuan pengamatan kegiatan
yang dapat diamati, berarti apa yang dilakukan/diamati.
Secara opersional, fungsi perencanaan untuk sumber daya manusia akan
sangat berbeda dengan fungsi perencanaan untuk sumber daya alam.
Demikian pula jika dilihat dari jenis organisasinya.
Dalam manajemen organisasi kegiatan/usaha (bisnis), dapat dibedakan
secara garis besar menjadi fungsi-fungsi sebagai berikut: 1) Manajemen
Sumber Daya Manusia. 2) Manajemen Produksi. 3) Manajemen Pemasaran dan
4) Manajemen Keuangan
Manajemen Sumber Daya Manusia pada pelaksanaan usaha adalah yang mengelola pelaksana/pekerja (orang).
Manajemen Produksi pada pelaksanaan usaha adalah yang mengelola kegiatan memproduksi produk
Manajemen Pemasaran pada pelaksanaan usaha adalah yang mengelola, mendata dan mencari pembeli/pelanggan.
Manajemen Keuangan pada pelaksanaan usaha adalah yang mengelola uang
usaha yang diperoleh dari penjualan produk atau pinjaman dari badan lain
dalam pelaksanaan kegiatan usaha.
Lingkaran Spiral
Aktifitas fungsi-fungsi manajemen menurut Islam, merupakan sesuatu yang
berulang-ulang, menyerupai lingkaran (siklus) atau berbentuk seperti
lingkaran ulir atau spiral maju kedepan yang selalu mengarah kepada
perbaikan. Kejadian ini dijelaskan pada surat Alam Nasyrah [94] 5 sampai
7.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (5).
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (6). Maka apabila kamu
telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh
(urusan) yang lain (7).
Berulang perkataan sesudah kesulitan itu ada kemudahan (ayat 5 dan 6).
Ini berarti suatu siklus. Satu siklus dikerjakan dengan sungguh-sungguh,
kemudian dikerjakan pula siklus kedua dengan sungguh-sungguh (ayat 7).
Pada surat ini jelas terlihat penting melakukan pekerjaan dengan
berulang-ulang dan sungguh-sungguh, sehingga diperoleh hasil yang lebih
baik dari pengalaman pekerjaan pertama begitulah seterusnya. Artinya
untuk jenis produk yang sama tentu didapatkan kesulitan, kemudian
dilakukan perbaikan dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh diproleh hasil
yang lebih baik begitulah seterusnya. Hasil perbaikan akan
menghilangkan beban, memberikan kemudahan, kelapangan dan meningkatkan
mutu produk karena pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari
menyelesaikan kesulitan dari produk tersebut.
Perhatikan aktifitas fungsi-fungsi manajemen yang terkenal adalah POAK.
Telihat merupakan sesuatu yang berulang-ulang, menyerupai lingkaran
(siklus) yaitu POAK-evaluasi (perbaikan)-POAK-evaluasi (perbaikan)-POAK
dan seterusnya maka terjadi berbentuk seperti lingkaran ulir atau spiral
maju kedepan yang selalu mengarah kepada perbaikan.
Kejadian ini bila diperhatikan mengikuti ayat-ayat Al Qur’an surat
Alam Nasyrah [94] ayat 5 sampai 7 dilengkapi dengan langkah Dan hanya
kepada Tuhan mulah hendaknya kamu berharap (8). Langkah ini tidak
terdapat pada POAK.
Mudah-mudahan paparan diatas dapat menjadi masukan dalam menjalankan Usaha/Orgabisasi/bisnis.
Sumber Pustaka :
Bukik Ranah Ilmu
FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
In-text: (Bukik Ranah Ilmu, 2011)
Bibliography: Bukik Ranah Ilmu, (2011). FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN. [online] Available at: https://lizenhs.wordpress.com/2011/06/23/fungsi-fungsi-manajemen/ [Accessed 13 Jan. 2015].
deathneverlost
Mengendalikan (Controlling) : Fungsi Manajemen
In-text: (deathneverlost, 2013)
Bibliography: deathneverlost, (2013). Mengendalikan (Controlling) : Fungsi Manajemen.
[online] Available at:
https://deathneverlost.wordpress.com/2013/11/24/mengendalikan-controlling-fungsi-manajemen/
[Accessed 13 Jan. 2015].