Kamis, 27 Maret 2014

Kesehtan Mental

Konsep Kesehatan Mental

Sejak organisasi kesehatan dunia ( WHO ) diperkenalkan pertama kali konsepnya pada tahun 1948, berbagai definisi kesehatan mental telah disajikan. konsep ini berhubungan dengan berbagai disiplin ilmu yang ada, semua memiliki sedikit perbeda'an dalam mengambil kaitan yang mendasari keyakinan, sikap dan praktek. Sementara kesehatan mental dalam terminologi ini belum digunakan secara konsisten, fph menggunakan istilah kesehatan mental untuk menggambarkan bidang yang meliputi penyakit mental / gangguan, kesehatan dan mental semua tingkatan kesehatan mental lainnya.

Beberpa definisi umum dalam literatur kesehatan mental :

Kesehatan mental adalah sebuah tingkat kesehatan mental di mana individu menyadari kemampuan sendiri, bisa mengatasi tekanan kehidupan, normal dapat bekerja productively dan bermanfaat, dan mampu membuat kontribusi di masyarakat.
Ketahanan seperti "mampu mengatasi normal stres kehidupan" adalah komponen penting dalam kebanyakan definisi kesehatan dan mental, sangat relevan untuk pencegahan penyakit mental. Bekerja productively dan bermanfaat adalah komponen penting dari sudut pandang ekonomi dan dalam beberapa studi lain dianggap sebagai komponen utama.

‘Feeling good and functioning well’

Definisi ringkas ini mencakup komponen kesehatan mental seperti yang dirasakan terutama dirasakan oleh psikologi positive. It does not, as the WHO definition above does, mendefinisikan apa kesehatan mental itu mungkin untuk ( misalnya. menjadi produktif dan berkontribusi ).Ini termasuk afektif / hedonic / subjektif kesehatan ( merasa baik ), serta kesehatan psikologis (berfungsi dengan baik).

Yang terakhir meliputi atribut pribadi dan kapasitas, yang telah diamati sejak waktu Aristoteles dan sebelumnya, untuk meningkatkan kebahagiaan dalam diri dan lainnya. Ini mencakup pengembangan potensi pribadi sebagai yang definisi di atas, serta rasa percaya diri dan mampu, menjadi sadar diri dan penerimaan diri, memiliki kendali atas satu kehidupannya dan dalam lingkungan, memiliki rasa tujuan, memiliki kapasitas untuk tindakan otonom dan memiliki kapasitas untuk hubungan positif dengan orang lain.



Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental

Pre-History

Katherine darton 's catatan sejarah kesehatan mental ( dalam website ini ) dimulai di 10.000 sm.Dia mengatakan ' di zaman prasejarah ada, sejauh ahli sejarah bisa mengatakan, tidak ada pembagian  antara obat, sihir dan agama.

Sejarah conceptualizations penyakit mental oleh jessie di jepang dimulai di ' zaman prasejarah '

Sejarah dari penyakit mental di university of derby dimulai beberapa 10.000 tahun yang lalu dengan trepanning - mungkin untuk membiarkan roh-roh jahat keluar, tapi ini sebelum catatan tertulis.

Sebuah sejarah kesehatan mental, oleh seorang yang tidak diketahui "mahasiswa keperawatan" ( 1992 ), dimulai di "zaman primitif"

Historical Times

Cacatan sejarah sosial. Proyek cacat sejarah sosial, timeline dimulai di 3.500 sm Dengan account dari pas dari sebuah ekstremitas buatan rig-veda ( puisi india suci ditulis dalam bahasa sansekerta antara 3500 dan 1800 b.c. Lalu dia melompat ke 355 sm 

Masyarakat laingian mempelajari ' ke dalam pengobatan kegilaan dimulai di 3,100bc ketika ' menes, pendiri 1 dinasti menulis "The Secret Book of the Heart", menggambarkan 3 jenis pengobatan, dokter, imam dan tukang sihir '. 

Ed Brown's annotated kasus dalam di Brown Medical School, 
Arsip dimulai dengan berpura-pura gila, david yang menjadi raja orang yahudi (abad ke-9sm)


Artikel lengkap bisa dibaca dilaman ini : http://studymore.org.uk/mhhtim.htm
 
 
 
Teori Kepribadian Sehat Menurut, PSIKOANALISA, HUMANISTIK dan BEHAVIORISTIK
 
PSIKOANALISA 

Psikolanalisa merupakan salah satu aliran besar dalam dunia psikologi, pencetus awalnya adalah Sigmund Freud, berikut saya akan coba menjabarkan teori psikoanalisa dari Sigmund Freud dan kemudian mengaitkannya dengan kepribadian yang sehat.
 
Menurut Erikson, perkembangan manusia melewati suatu proses dialektik yang harus dilalui dan hasil dari proses dialektik ini adalah salah satu dari kekuatan dasar manusia yaitu harapan, kemauan, hasrat, kompetensi, cinta, perhatian, kesetiaan dan kebijaksanaan. Perjuangan di antara dua kutub ini meliputi proses di dalam diri individu (psikologis) dan proses di luar diri individu (sosial). Dengan demikian, perkembangan yang terjadi adalah suatu proses adaptasi aktif.
 
Remaja menurut Erikson, memiliki dua kutub dialektik yaitu Identitas dan Kebingungan . Salah satu dari pencarian individu dalam tahapan ini yaitu pencarian identitas dirinya dengan menjawab satu pertanyaan penting yaitu “Siapa Aku?”. Bila individu berhasil menjawabnya akan menjadi basis bagi perkembangan ke tahap selanjutnya. Namun, apabila gagal, maka akan menimbulkan kebingungan identitas di mana individu tidak berhasil menjawab siapa dirinya yang sebenarnya. Apabila seorang individu tidak berhasil menemukan identitas dirinya, maka ia akan sulit sekali mengembangkan keintiman dengan orang lain terutama dalam hubungan heteroseksual dan pembentukan komitmen seperti yang terdapat dalam pernikahan.
 
Sepanjang masa hidupnya, Freud adalah seorang yang produktif. Meskipun ia dianggap sosok yang kontroversial dan banyak tokoh yang berseberangan dengan dirinya, Freud tetap diakui sebagai salah seorang intelektual besar. Pengaruhnya bertahan hingga saat ini, dan tidak hanya pada bidang psikologi, bahkan meluas ke bidang-bidang lain. Karyanya, Studies in Histeria (1875) menandai berdirinya aliran psikoanalisa, berisi ide-ide dan diskusi tentang teknik terapi yang dilakukan oleh Freud.
Pemikiran dan teori
1.      Freud membagi mind ke dalam consciousness, preconsciousness dan unconsciousness . Dari ketiga aspekkesadaran, unconsciousness adalah yang paling dominan dan paling penting dalam menentukan perilaku manusia (analoginya dengan gunung es). Di dalam unsconscious tersimpan ingatan masa kecil, energi psikis yang besar dan instink. Preconsciousness berperan sebagai jembatan antara conscious dan unconscious, berisi ingatan atau ide yang dapat diakses kapan saja. Consciousness hanyalah bagian kecil dari mind, namun satu-satunya bagian yang memiliki kontak langsung dengan realitas.Freud mengembangkan konsep struktur mind di atas dengan mengembangkan “mind apparatus”, yaitu yang dikenal dengan struktur kepribadian Freud dan menjadi konstruknya yang terpenting, yaitu id , ego, super ego
Ø  Id (Das es)
Yaitu aspek biologis adalah struktur paling mendasar dari kepribadian, seluruhnya tidak disadari dan bekerja menurut prinsip kesenangan, tujuannya pemenuhan kepuasan yang segera. Das es = System der unbewussten. Das es merupakan dunia batin atau subjektif manusia, dan tidak mempunyai hubungan langsung dengan dunia objektif. Das es berisikan hal hal dibawa sejak lahir, termasuk instink. Pedoman dalam berfungsinya das es ialah menghindarkan diri dari ketidak enakan dan mengejar keenakan (prinsip kenikmatan / prinsip keenakan)

Ø  Ego (Das Ich)
Yaitu aspek psikologis. Berkembang dari id, struktur kepribadian yang mengontrol kesadaran dan mengambil keputusan atas perilaku manusia. Superego berkembang dari ego saat manusia mengerti nilai baik buruk dan moral. Das Ich : system der Bewussten vorbewussten. Timbul karena kebutuhan organisme untuk berhubungan secara baik dengan dunia kenyataan ( realitat ). Prinsip kenyataan / prinsip realitas ( realitatsprinzip, the realityprinciple ) dan bereaksi dengan proses sekunder ( sekundar vorgang , secomdary process ).

Ø  Superego (Das ueber ich)
Yaitu aspek sosiologis. Merefleksikan nilai-nilai sosial dan menyadarkan individu atas tuntutan moral. Apabila terjadi pelanggaran nilai, superego menghukum ego dengan menimbulkan rasa salah. Das ueber ich fungsi pokok : menentukan apakah sesuatu benar atau salah, pantas atau tidak, susila atau tidak, dan demikian pribadi dapat bertindak sesuai dengan moral masyarakat.Conscientia : menghukum orang dengan memberikan rasa dosa. Ich Ideal adalah menghadiahi orang dengan rasa bangga akan dirinya.
 Keperibadian yang normal (sehat) :
1)  Kepribadian yang sehat menurut Freud adalah jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah.
2)   Hasil dari belajar dalam mengatasi tekanan dan kecemasan.
3) Kesehatan mental yang baik adalah hasil dari keseimbangan antara kinerja super ego terhadap id dan ego. Prayitno (1998:42)

 
 
Humanistik
 
Abraham Maslow (1908-1970) dapat dipandang sebagai Bapak dari psikologi humanistik. Gerakan ini merasa tidak puas terhadap psikologi behavioristik dan psikoanalisis, dan memfokuskan penelitiannya pada manusia dengan ciri-ciri eksistensinya.

Psikologi humanistik mulai di Amerika Serikat pada tahun 1950 dan terus berkembang. Tokoh-tokoh Psikologi Humanistik memandang behavorisme mendehumanisasi manusia. Psikologi Humanistik mengarahkan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan keunikan manusia. Menurut Psikologi Humanistik manusia adalah makhluk kreatif, yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihan-pilihannya sendiri bukan oleh kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.

Maslow menjadi terkenal karena teori motivasinya, yang dituangkan dalam bukunya Motivation and Personality”. Dalam buku tersebut diuraikan bahwa pada manusia terdapat 

lima macam kebutuhan yang berhirarki, meliputi:
  • Kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the physiological needs)
  • Kebutuhan-kebutuhan rasa aman (the safety needs / the security needs)
  • Kebutuhan rasacinta dan memiliki (the love and belongingness needs)
  • Kebutuhan akan penghargaan diri (the self-esteem needs)
  • Kebutuhan akan aktualisasi diri (the self-actualization needs)
Menurut Maslow psikologi harus lebih manusiawi, yaitu lebih memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah kemanusian. Ada empat ciri psikologi yang berorientasi humanistik, yaitu:

A.Memusatkan perhatian pada person yang mengalami, dan karenanya berfokus pada pengalaman sebagai fenomena primer dalam mempelajari manusia.

B.Memberi tekanan pada kualitas-kualitas yang khas manusia, seperti kreativitas, aktualisasi diri, sebagai lawan pandangan tentang manusia yang mekanistis dan reduksionis.

C.Menyadarkan diri pada kebermaknaan dalam memilih masalah-masalah yang akan dipelajari dan prosedur-prosedur penelitian yang akan digunakan.

D.Memberikan perhatian penuh dan meletakkan nilai yang tinggi pada kemuliaan dan martabat manusia serta tertarik pada perkembangan potensi yang inheren pada setiap individu (Misiak dan Sexton, 1988). Selain Maslow sebagai tokoh dalam psikologi humanistik, juga Carl Rogers (1902-1987) yang terkenal dengan client-centered therapy (Walgito, B 2002 : 80).


Behavioristik

Behaviorisme atau Aliran Perilaku (juga disebut Perspektif Belajar) adalah filosofi dalam psikologi yang berdasar pada proposisi bahwa semua yang dilakukan organisme — termasuk tindakan, pikiran, atau perasaan— dapat dan harus dianggap sebagai perilaku. Aliran ini berpendapat bahwa perilaku demikian dapat digambarkan secara ilmiah tanpa melihat peristiwa fisiologis internal atau konstrak hipotetis seperti pikiran. 

Behaviorisme beranggapan bahwa semua teori harus memiliki dasar yang bisa diamati tapi tidak ada perbedaan antara proses yang dapat diamati secara publik (seperti tindakan) dengan proses yang diamati secara pribadi (seperti pikiran dan perasaan).

Teori-teori behavioristik adalah proses belajar serta peranan lingkungan yang merupakan kondisi langsung belajar dalam menjelaskan perilaku. Semua bentuk tingkah laku manusia adalah hasil belajar yang bersifat mekanistik lewat proses penguatan. Pendekatan behavioristik terhadap kepribadian memiliki dua asumsi dasar, yaitu:
  1. Perilaku harus dijelaskan dalam pengaruh kausal lingkungan terhadap diri
individu
  1. Pemahaman terhadap manusia harus dibangun berdasarkan riset ilmiah objektif dikontrol dengan seksama dalam eksperimen laboratorium
Manusia dianalogikan atau dianggap sebagai tikus pintar yang mempelajari labirin kehidupan. Behavioristik memiliki pandangan tentang kehendak bebas yaitu perilaku yang ditentukan oleh lingkungan.
Tokoh-tokoh terkenal tentang masalah ini diantaranya adalah:
  1. Ivan Pavlov
  2. Edward Lee Thorndike
  3. John B. Watson
  4. B.F. Skinner



Sumber laman dari : 

  • http://www.fph.org.uk/concepts_of_mental_and_social_wellbein
  • http://studymore.org.uk/mhhtim.htm 
  • kesehatan mental.wordpress.com-validconsulting.com
  • htpp://wardalisa.staff.gunadarma.ac.id
  • Feist, Jess dan Gregory J. Feist. 2010. Teori Kepribadian (Theories of Personality). Jakarta : Salemba Humanika.