Rabu, 06 Januari 2016

#SIP Sejarah AI dan Hubungan AI dengan kognisi Manusia, AI dan Expert System, dan Merancang Suatu System Informasi Psikologi

 Sejarah AI
Istilah AI pertama kali dikemukakan pada tahun 1956 di Konferensi Darthmouth. Sejak saat itu, AI terus dikembangkan sebab berbagai penelitian mengenai teori-teori dan prinsip-prinsipnya juga terus berkembang. Meskipun istilah AI baru muncul tahun 1956, tetapi teori-teori yan gmengarah ke AI sudah muncul sejak tahun 1941. Berikut tahapan-tahapan sejarah perkembangan AI :
  1. Era Komputer Elektronik (1941) Pada tahun 1941 telah ditemukan alat penyimpanan dan pemrosesan informasi. Penemuan tersebut dinamakan komputer elektronik yang dikembangkan di USA dan Jerman. Komputer pertama ini memerlukan ruangan yang luas dan ruang AC yang terpisah. Saat itu komputer melibatkan konfigurasi ribuan kabel untuk menjalankan suatu program.
  2. Masa Persiapan AI (1943 – 1956) Pada tahun 1943, Warren McCulloch dan Walter Pitt mengemukakan tiga hal : pengetahuan fisiologi dasar dan fungsi sel syaraf dalam otak, analisa formal tentang logika proposisi, dan teori komputasi Turing. 
  3. Awal Perkembangan AI (1952 – 1969) Pada tahun-tahun pertama perkembangannya, AI mengalami banyak kesuksesan. Diawali dengan kesuksesan Newell dan Simon dengan ssebuah program yang disebut General Problem Solver. Program ini dirancang untuk memulai penyelesaian masalah secara manusiawi.
  4. Sistem Berbasis Pengetahuan (1969 – 1979) Proyek ini diawali keinginan untuk mendapatkan diagnose penyakit berdasarkan pengetahuan yang ada pada mekanisme penyebab proses penyakit. Pengetahuan adalah kekuatan pendukung AI. Hal ini dibuktikan dengan program yang dibuat oleh Ed Feingenbaum, Bruce Buchanan dan Joshua Lederberg yang membuat program untuk memecahkan masalah struktur molekul dari informasi yang didapatkan dari spectrometer massa

AI Saat Ini
Dengan semakin pesatnya perkembangan hardware dan software, berbagai produk AI telah berhasil dibangun dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Di sini, produk-produk tersebut dikelompokkan ke dalam empat teknik yang ada di AI, yaitu searching, reasoning, planning, dan learning.

Hubungan AI dengan Kognisi Manusia
Kecerdasan buatan adalah ilmu komputer yang membuat mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia dan dapat menirukan perilaku manusia.
Kognisi manusia adalah suatu proses mental atau suatu aktivitas pikiran manusia dalam mengetahui dan memahami suatu informasi yang didapat dari lingkungan sekitarnya. Jika kita dapat menjelaskan bagaimana manusia berfikir maka kita dapat membuat komputer pintar yang bekerja untuk kita serta memahami bagaimana kita menyimpan dan memanggil kembali suatu informasi akan membantu kita dalam membuat database yang lebih baik
Hal ini dapat dilihat bagaimana cara kerja kecerdasan buatan dan kognisi manusia. Dimana kognisi manusia menerima sebuah stimulus kemudian diproses lalu menghasilkan sebuah respon. Sedangkan kecerdasan buatan menerima sebuah input yang diproses dan kemudian mengeluarkan sebuah output berupa keputusan. Dari cara kerja kecerdasan buatan dan kognisi manusia hampir sama, yaitu kesamaan dalam proses belajar dan proses berfikir. Tetapi kecerdasan buatan dibuat untuk menyamai proses belajar dan proses berfikir pada manusia.

AI dan Expert System 

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegence)
Adalah suatu cabang ilmu pengetahuan berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan suatu permasalahan dan persoalan yang rumit. Dalam pemecahannya kecerdasan buatan mengadopsi cara berfikir manusia baik dalam analogi berfikir maupun sifat dan karakter manusia. Dan diterapkan kedalam sebuah algoritma.

ELIZA
       Eliza adalah salah Sistem Pakar yang dikembangkan pada tahun 1966. Ini adalah program computer terapis yang dibuat oleh Joseph Weizenbaum di MIT. Pengguna berkomunikasi dengannya sebagaimana sedang berkonsultasi dengan seorang terapis.

PARRY
         Parry adalah Sistem Pakar yang dikembangkan di Stanford University oleh seorang psikiater, Kenneth Colby, Hilf, Webber dan Kreamer pada tahun 1972 yang mensimulasikan seorang paranoid sebagai subjek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan sistem paranoid memang ada, perbedaan respon psikotis dan respon normalnya cukup hebat, dan mereka bisa menggunakan penilaian dari seorang ahli untuk mengecek keakuratan dari kemampuan pemisahan antara respon simulasi computer dan respon manusia.

NETtalk
         NETtalk program ini jenisnya cukup bebeda, berdasarkan pada jaring-jaring neuron, sehingga dinamakan  NETtalk. Program ini dikembankan oleh Sejnowki disekolah medis Harvard dan Rosenberg di universitas Princeton. Dalam program ini , NETtalk membaca tulisan dan mengucapkannya keras-keras.

Rancangan Sistem Aplikasi Psikologi
Perancangan yang akan kita pakai pada system informasi dibidang teknologi
Membuat Sistem Pakar dalam menentukan Karakter Manusia, atau yang biasa kita ketahui “ Tes Kepribadian Sanguinis, Korelis, Plegmatis, Melankolis”
Dimana ada beberapa pertanyaan yang disajikan masing – masing pertanyaan memiliki 2 jawaban, kita akan menggunakan metode fuzzy dalam pengembangannya kita akan mengatur bobot yang diberikan, Misalnya pertanyaan I apabila dia menjawab opsi a dia termasuk kategori sanguinis, apabila pertanyaan II dia menjawab opsi a kembali berate didalam kepribadiannya termasuk kategori sanguinis dan melankolis. Hal ini akan kembali berlangsung terus menerus sampai semua pertanyaan terjawab. Melalui system yang kita miliki kita dapat dengan mudah mengkategorikan seseorang termasuk kedalam pribadi yang mana.
Metode yang digunakan adalah pohon keputusan 




1. Rich, E. & Knight, K. (1991). Artificial Intellegence. Second Edition. New York : McGraw-Hill.
2. Solso, R, L., Maclin, O, H., & Maclin, M, Kimberly. (2007). Psikologi Kognitif (Edisi Kedelapan). Jakarta: Erlangga
3. Stenberg. 2009. Psikologi Kognitif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
4. wikipedia/2013/03/14/sejarah-articial-intelligence-ai/





Tidak ada komentar:

Posting Komentar